Bertani Cabe Rawit Hingga Berhasil
Bertani cabe rawit merupakan langkah yang dilakukan untuk mengembangkan atau menanam cabe rawit. Cabe rawit memiliki nama ilmiah Capsicum frustescens, yang merupakan satu tanaman dalam keluarga Solanaceae. Mengingat harga cabe rawit yang tinggi terutama pada waktu-waktu tertentu membuat para petani mencoba untuk membudidayakan cabe rawit di lahan pertanian atau perkebunan mereka.
Cara bertani cabe rawit sebenarnya hampir sama dengan menanam cabe
pada umumnya, dimulai dai pemilihan benih, penyemaian penih, pengolahan
lahan hingga perawatan tanaman cabe. Karena tanaman cabe lebih rawan
terhadap hama dan penyakit. Masalah yang sering dihadapi petani cabe
pada umumnya adalah daun cabe mengalami keriting, sehingga produksi cabe
menjadi kurang maksimal.
Jika para petani tidak memiliki pengalaman dan ilmu tentang bagaimana cara bertani cabe yang baik dan benar, maka untuk memperoleh keberhasilan dalam bertani cabe sangat tipis. Tapi jika mengetahui seluk beluk tanaman cabe dan segala permasalahannya, maka untuk meraih kesuksesan dalam budidaya cabe akan didapatkan. Karakteristik tanaman cabe rawit ini perlu diketahui agar Anda dapat berhasil dalam membudidayakan tanaman cabe rawit.

Karakteristik dan Syarat Tumbuh Tanaman Cabe Rawit
Tanaman cabe rawit berdaun kecil dan berwarna hijau, termasuk dalam tumbuhan monokotil dan berakar serabut. Sebenarnya tanaman cabe rawit tidak membutuhkan lahan khusus, yang terpenting adalah kondisi tanah harus subur dan memiliki banyak unsur humus yang baik. Keadaan iklim di negara Indonesia cocok untuk bercocok tanam cabe rawit, dimana matahari dapat bersinar penuh. Tanaman cabe rawit akan tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 1400 mdpl. Tanaman cabe rawit juga masih dapat hidup di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 1400 mdpl, tetapi produksinya (hasil panen) kurang maksimal.
Suhu yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman cabe rawit, yaitu sekitar 24-28 derajat Celcius. Suhu lingkungan lahan yang terlalu dingin yaitu dibawah 15 atau terlalu panas yaitu diatas 32 derajat Celcius, akan menyebabkan pertumbuhan tanaman cabe rawit terganggu. Tanaman cabe rawit dapat tumbuh pada musim kemarau asalkan mendapatkan pengairan yang cukup. Curah hujan yang ideal untuk menanam cabe rawit berkisar antara 800-2000 mm per tahun dengan kelembaban 80%.
Benih cabe yang dibutuhkan sekitar 1-1,25 sachet per 1.000 m² lahan. Biji direndam terlebih dahulu menggunakan POC NASA dengan dosis 0,5-1 tutup per liter air hangat dan diperam semalam.

Pemanenan yang baik yaitu pada pagi hari setelah embun kering
Penyortiran cabai dilakukan sejak di lahan
Simpan hasil panen di tempat yang teduh
Untuk menunjang keberhasilan kegiatan menanam cabe rawit, PT. Natural Nusantara (NASA) memberikan solusi yang tepat agar memperoleh hasil panen yang maksimal dengan cara menghadirkan Produk Pupuk Organik, seperti POC Nasa, Hormonik, Supernasa dan Power Nutrition.
Untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman cabai rawit, NASA juga menyediakan beberapa jenis produk pestisida alami, untuk mengendalikan hama jamur, Anda bisa menggunakan Natural GLIO. Untuk pengendalian hama kutu-kutuan, Anda juga bisa menggunakan Pestona, Natural BVR atau Pentana.
Penggunakan produk NASA terbukti efektif membantu meningkatkan produktivitas hasil panen tanaman cabe rawit. Dengan pemupukan dan pengendalian hama seperti tahapan di atas diharapkan tanaman cabe rawit dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang luar biasa tampa mengenal musim tetap berbuah terus sehingga disaat harga cabai tinggi kita bisa untung banyak dan disaat harga cabai rendah kita juga tidak rugi.
KINERJA KAMI PROFESIONAL
Jika para petani tidak memiliki pengalaman dan ilmu tentang bagaimana cara bertani cabe yang baik dan benar, maka untuk memperoleh keberhasilan dalam bertani cabe sangat tipis. Tapi jika mengetahui seluk beluk tanaman cabe dan segala permasalahannya, maka untuk meraih kesuksesan dalam budidaya cabe akan didapatkan. Karakteristik tanaman cabe rawit ini perlu diketahui agar Anda dapat berhasil dalam membudidayakan tanaman cabe rawit.
Karakteristik dan Syarat Tumbuh Tanaman Cabe Rawit
Tanaman cabe rawit berdaun kecil dan berwarna hijau, termasuk dalam tumbuhan monokotil dan berakar serabut. Sebenarnya tanaman cabe rawit tidak membutuhkan lahan khusus, yang terpenting adalah kondisi tanah harus subur dan memiliki banyak unsur humus yang baik. Keadaan iklim di negara Indonesia cocok untuk bercocok tanam cabe rawit, dimana matahari dapat bersinar penuh. Tanaman cabe rawit akan tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 1400 mdpl. Tanaman cabe rawit juga masih dapat hidup di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 1400 mdpl, tetapi produksinya (hasil panen) kurang maksimal.
Suhu yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman cabe rawit, yaitu sekitar 24-28 derajat Celcius. Suhu lingkungan lahan yang terlalu dingin yaitu dibawah 15 atau terlalu panas yaitu diatas 32 derajat Celcius, akan menyebabkan pertumbuhan tanaman cabe rawit terganggu. Tanaman cabe rawit dapat tumbuh pada musim kemarau asalkan mendapatkan pengairan yang cukup. Curah hujan yang ideal untuk menanam cabe rawit berkisar antara 800-2000 mm per tahun dengan kelembaban 80%.
Langkah-Langkah Bertani Cabe Rawit
-
Tahap Pemilihan Benih Cabe Rawit
Benih cabe yang dibutuhkan sekitar 1-1,25 sachet per 1.000 m² lahan. Biji direndam terlebih dahulu menggunakan POC NASA dengan dosis 0,5-1 tutup per liter air hangat dan diperam semalam.
-
Tahap Penyemaian Benih Cabe Rawit
- Persemaian menghadap ke arah timur dengan diberi naungan atap plastik, untuk menghindari terik matahari dan air hujan.
- Media tumbuh biji dibuat dari campuran tanah dan kompos yang telah disaring, dengan perbandingan 3 : 1. Pupuk kandang sebelum digunakan sebaiknya dicampur dengan Natural GLIO sebanyak 100 gram untuk 25-50 kg pupuk kandang dan diamkan selama 1 minggu. Lalu media tersebut dimasukkan ke dalam polibag ukuran 4 x 6.
- Benih sebelumnya direndam dengan larutan POC NASA sebanyak 2-4 cc per 1 liter air hangat selama 2 jam. Gunakan biji yang tenggelam dan jangan yang terapung
- Masukkan satu per satu biji cabe ke dalam polibag, kemudian tutup dengan lapisan tanah dan kompos yang telah diayak.
- Semprot menggunakan POC NASA dengan dosis 1-2 tutup per tangki saat umut 10 dan 17 HSS (hari setelah tanam).
- Penyiraman dilakukan satu kali sehari yaitu pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban dan awasi pertumbuhannya.
-
Tahap Pengolahan Lahan
- Siapkan pupuk kandang sebanyak 0,5–1 ton per 1.000 m2 lahan. Tebarkan pupuk kandang tersebut pada lahan yang akan digunakan untuk bercocok tanam sebelum fase menanam cabe dimulai.
- Kemudian lahan diluku dan digaru. Diamkan selama kurang lebih 1 minggu.
- Langkah selanjutnya lahan diberi dolomit sebanyak 0,25 ton per 1.000 m2 lahan. Dolomit berfungsi untuk menambah keasaman tanah.
- Kemudian dibuat bedengan dengan lebar 100 cm jarak antar bedengan 60 cm dan parit dengan lebar 80 cm.
- Siramkan SUPERNASA atau POC NASA pada bedengan.
- SUPERNASA 1 botol dilarutkan ke dalam 3 liter air untuk dijadikan sebagai larutan induk, kemudian setiap 50 liter air tambahkan 200 cc larutan induk.
- Atau bisa dengan cara, setiap 10 liter air diberi 1 sdm SUPERNASA dan siramkan ke bedengan kurang lebih 5-10 meter.
- Penggunaan POC NASA dengan cara : 10 liter diberi 2-4 tutup botol lalu siramkan ke bedengan sepanjang 5-10 meter.
- Campurkan Natural GLIO dengan dosis 100-200 gram (1-2 bungkus) dengan 50-100 kg pupuk kandang, dan biarkan 1 minggu dan sebarkan ke bedengan.
- Lalu bedengan ditutup menggunakan mulsa plastik yang dilubangi, jarak tanam 60 x 70 cm diterapkan dengan pola zig zag dan biarkan selama 1 minggu. Mulsa bermanfaat untuk mempertahankan kelembaban, menekan erosi, mengendalikan gulma dan menjaga kebersihan kebun.
-
Tahap Perawatan Tanaman Cabe Rawit
- Penyiraman dilakukan dengan pengocoran tiap tanaman atau penggenangan jika dirasa kering. Hati-hati saat melakukan penyiraman jika tanaman belum terlalu kuat/kokoh.
- Pemupukan dengan sistem pengocoran dilakukan seminggu sekali setiap lubang. Pupuk kocoran merupakan perbandingan dari campuran pupuk makro :
- Penyemprotan POC NASA ke tanaman menggunakan dosis 3-5 tutup per tangki pada umur 10, 20, kemudian pada umur 30, 40, dan 50 HST POC NASA + HORMONIK dengan dosis 1-2 tutup per tangki.
- Periksa tanaman pada 1-2 minggu pertama untuk melakukan penyulaman tanaman. Apabila ada tanaman yang mati atau pertumbuhannya abnormal segera cabut dan ganti dengan bibit yang baru.
- Saat bercocok tanam, tanaman cabe memerlukan pemasangan ajir (tongkat bambu) untuk menopang tanaman berdiri tegak. Tancapkan ajir dengan jarak minimal 4 cm dari pangkal batang. Pemasangan ajir sebaiknya dilakukan pada hari ke-7 sejak bibit dipindahkan sebelum tanaman belum terlalu besar. Jika tanaman sudah besar dikhawatirkan saat ajir ditancapkan akan melukai akar. Bila akar terluka tanaman akan akan lebih mudah terserang penyakit. Tanaman diikatkan pada ajir setelah tanaman tumbuh tinggi atau berumur diatas satu bulan.
- Perempelan atau pemotongan tunas dilakukan setelah 3 minggu untuk Anda yang bercocok tanam cabe di dataran rendah dan 1 bulan untuk dataran tinggi. Potong tunas yang tumbuh pada ketiak daun, cukup menggunakan tangan yang bersih. Perempelan ini dilakukan sampai terbentuk cabang utama, ditandai dengan kemunculan bunga pertama atau kedua. Perempelan, sisakan 2-3 cabang utama setiap produksi mulai umur 15-30 hari.
Panen
- Panen pertama dilakukan sekitar umur 60-75 hari
- Sedangkan panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih. Hal itu tergantung dengan ketinggian tempat dan cara budidayanya
- Setelah pemetikan ke-3 sebaiknya disemprot dengan POC NASA + HORMONIK dan dipupuk dengan dosis 500 cc per pohon
- Cara Penen :
Pemanenan yang baik yaitu pada pagi hari setelah embun kering
Penyortiran cabai dilakukan sejak di lahan
Simpan hasil panen di tempat yang teduh
Untuk menunjang keberhasilan kegiatan menanam cabe rawit, PT. Natural Nusantara (NASA) memberikan solusi yang tepat agar memperoleh hasil panen yang maksimal dengan cara menghadirkan Produk Pupuk Organik, seperti POC Nasa, Hormonik, Supernasa dan Power Nutrition.
Untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman cabai rawit, NASA juga menyediakan beberapa jenis produk pestisida alami, untuk mengendalikan hama jamur, Anda bisa menggunakan Natural GLIO. Untuk pengendalian hama kutu-kutuan, Anda juga bisa menggunakan Pestona, Natural BVR atau Pentana.
Penggunakan produk NASA terbukti efektif membantu meningkatkan produktivitas hasil panen tanaman cabe rawit. Dengan pemupukan dan pengendalian hama seperti tahapan di atas diharapkan tanaman cabe rawit dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang luar biasa tampa mengenal musim tetap berbuah terus sehingga disaat harga cabai tinggi kita bisa untung banyak dan disaat harga cabai rendah kita juga tidak rugi.
Untuk
pemesanan produknya, silahkan hubungi kami Admin
Distributor Pupuk Organik Natural Nusantara Kantor Pusat Yogyakarta.
Melayani Pemesanan Via Online dan C.O.D untuk area kota Semarang.
KINERJA KAMI PROFESIONAL
Motto:
Anda Transfer Hari Ini, Hari ini Juga Pesanan Kami Kirim.
Cara pemesanan:
- SMS/Telp/WA untuk konfirmasi Pemesanan 081222593115 / 081901092128
- Kemudian akan dihitung jumlah biaya yang harus ditransfer.
- Transfer biaya pembelian + bea kirim (bila
diperlukan) sesuai dengan pemesanan melalui
Rekening BRI No Rekening 1058-01-004097-53-8 a/n Abdullah Munir
BRI Cab. Unit HAMKA NGALIYAN. atau - Rekening BNI : 0414653473 a/n Amalia Fitri Masrury
- Konfirmasi Nama dan Alamat pengiriman Via Hp 081901092128 (XL) 081222593115 (Simp)
Komentar
Posting Komentar