Sukses Bertanam Cabe



Sukses Bertanam Cabe

Sukses Bertanam Cabe

Pada umumnya bertanam cabe dapat dilakukan pada dataran rendah hingga ketinggian 2000 mdpl. Cabe dapat beradaptasi dengan baik pada suhu lingkungan sekitar 24-27 derajat Celcius dengan kelembaban yang tidak terlalu tinggi. Tanaman cabe dapat ditanam pada tanah sawah atau tanah tegalan yang gembur, subur, tidak terlalu liat dan cukup air. Permukaan tanah yang paling ideal untuk bertanam cabe adalah permukaan tanah yang datar dengan sudut kemiringan lahan 0-10 Co, tanaman cabe membutuhkan sinar matahari penuh dan tidak ternaungi. pH tanah yang optimal untuk bertanam cabe yaitu antara 5,5-7.

Tanaman cabe membutuhkan pengairan yang cukup. Tetapi jika jumlah air berlebihan dapat menyebabkan kelembaban yang tinggi dan memicu timbulnya jamur serta bakteri. Jika kekurangan air tanaman cabe akan menjadi kurus, kerdil, layu dan mati. Pengairan dapat dilakukan dnegan sistem irigasi, air tanah dan air hujan.
Bertanam cabe sering dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko), diantaranya, teknis budidaya, kekurangan unsur, serangan hama dan penyakit, dll. PT. Natural Nusantara (NASA) berupaya membantu penyelesaian masalah tersebut, agar terjadi peningkatan produksi cabe secara kuantitas, kualitas dan kelestarian (K-3), sehingga petani dapat berkompetisi di era pasar bebas.

Cara Bertanam Cabe

Fase Pra Tanam

  1. Pengolahan Lahan

Tebarkan pupuk kandang dengan dosis 0,5 – 1 ton per 1000 m2 lahan. Lahan lalu diluku kemudian digaru dan biarkan kurang lebih selama 1 minggu. Kemudian tanah diberi kapur dolomit dengan dosis 0,25 ton per 1000 m2. Pada lahan dibuat bedengan dengan lebar 100 cm dan parit dengan lebar 80 cm. Siramkan 2 botol. SUPERNASA yang dilarutkan ke dalam 3 liter air (sebagai larutan induk). Setiap 200 cc larutan induk dicampur dengan 50 liter air. Campurkan Natural Glio sebanyak 100-200 gram dengan pupuk kandang sebanyak 50-100 kg dan biarkan selama 1 minggu, setelah itu baru dapat di sebarkan ke bedengan. Bedengan ditutup dengan mulsa plastik yang dilubangi dengan jarak tanam 60-70 cm pola zig zag lalu biarkan 1-2 minggu.
  1. Persiapan Benih Cabe

Biji benih cabe direndam dengan POC NASA dosis 0,5-1 tutup dicampur dengan 1 liter air hangat kemudian di peram selama semalam.

Fase Persemaian (0-30 Hari)

  1. Persiapan Persemaian

Arah persemaian menghadap ke timur dengan diberi naungan rumbia atau atap plastik. Buat media tumbuh dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring, dengan komposisi 3 : 1. Pupuk kandang sebelum dipakai terlebih dulu dicampur dengan 100 Gram Natural Glio dan  25 – 50 kg pupuk kandang dan didiamkan selama 1 minggu. Media dimasukkan ke polibag bibit ukuran 4 x 6 cm.
  1. Penyemaian Benih

Biji cabe diletakkan satu per satu ke dalam polibag, lalu ditutup tanah tipis dan pupuk kandang matang yang telah disaring. Lalu semprot dengan POC NASA dosis 1-2 tutup per tangki pada umur 10 dan 17 HSS (Hari setelah semai). Penyiraman dilakukan setiap satu kali sehari pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban.
  1. Hama dan Penyakit Saat Penyemaian

  • Rebah semai (dumping off)
Gejalanya yang terlihat yaitu tanaman terkulai karena batang busuk, disebabkan oleh cendawan phytium sp dan rhizoctonia sp. Cara pengendaliannya yaitu tanaman yang terserang dibuang bersama dengan tanah, mengatur kelembaban dengan mengurangi naungan dan penyiraman. jika serangan tinggi siram GLIO 1 sendok makan per 10 liter air.
  • Embun bulu
Ditandai dengan adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yang disebabkan cendawan Peronospora parasitica. cara mengatasi seperti penyakit rebah semai. Kelompok virus, gejalanya pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun mosaik atau pucat. gejala timbul lebih jelas setelah tanaman berumur lebih dari 2 minggu. cara mengatasi : bibit terserang dicabut dan dibakar. semprot vektor virus dengan BVR atau PESTONA.
  • Kutu daun persik (aphid sp)
Perhatikan permukaan daun bagian bawah atau lipatan pucuk daun, biasanya kutu daun persik bersembunyi di bawah daun. pijit dengan jari koloni kutu yang ditemukan. semprot dengan BVR atau PESTONA.
  • Thrip Parvispinus
Gejala serangan daun berkerut dan bercak kloronis karena cairan daun dihisap, lapisan bawah daun berwarna keperak-perakan atau seperti tembaga. biasanya koloni berkeliaran dibawah daun. Pengamatan pada pagi atau sore hari karena hama akan keluar pada waktu teduh. serangan parah semprot dengan BVR atau PESTONA untuk mengurangi penyebaran
  • Tungau (polyphagotarsonemus)
Gejala serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah sepanjang tulang daun. pucuk menebal dan berguguran sehingga tinggal batang dan cabang. perhatikan daun muda, bila menggulung dan mengeras itu tandanya terserang tungau. cara mengatasi seperti pada aphis dan thrip.

Fase Tanam

  1. Pemilihan Bibit

Pilih bibit seragam, sehat. kuat dan tumbuh mulus. Bibit memiliki 5-6 helai daun (umur 21-30 hari)
Cara tanam : Waktu tanam pagi atau sore hari, bila panas terik ditunda. Plastik polybag di lepas. Setelah penanaman selasai, tanaman langsung disiram/ disemprot POC NASA 3-4 tutup /tangki.
  1. Pengamatan Hama

  • Ulat tanah (agrotis ipsilon)
Hama ini aktif pada malam hari untuk populasi, makan dan bertelur. Ulat memakan tanaman muda dengan jalan memotong batang atau tangkai daun. Pada siang hari ulat sembunyi dalam tanah di sekitar tanaman terserang. Setiap ulat yang ditemukan dikumpulkan lalu dibunuh, serangan berat semprot dengan PESTONA atau PENTANA.
  • Ulat grayak (spodoptera litura & S, exigua)
Ciri ulat yang baru menetas dan ulat yang masih kecil berwarna hijau dengan bintik hitam di kedua sisi dari perut, badan berbentuk bulat. Terdapat bercak segitiga pada bagian punggungnya (seperti bualn sabit). Gejala tanaman yang terserang ulat ini adalah permukaan bawah daun dan daging buah dengan kerusakan berupa bintil-bintil atau lubang-ubang besar. Serangan parah, daun cabai gundul sehingga tinggal rantingnya saja. Cara penanganannya yaitu telur dikumpulkan lalu dimusnahkan, menyiangi rumput disekitar tanaman yang digunakan untuk persembunyian. semprot dengan PENTANA atau PESTONA.
  • Bekicot/siput
Memakan tanaman, terutama menyerang malam hari. dicari di sekitar pertanaman. Buang ke luar areal.

Fase Pengelolaan Tanaman (7-70 Hari Setelah Tanam)

  1. Penyiraman dapat dilakukan dengan pengocoran tiap tanaman atau penggenangan ( dilep ) jika dirasa kering.
  2. Pemupukan lewat pengocoran dilakukan seminggu sekali tiap lubang. Pupuk kocoran merupakan perbandingan campuran pupuk makro urea : SP 36 ; KCI : POP SUPERNASA = ( 250 : 250 ; 100 ) gram dalam 50 liter ( 1 tong kecil larutan ). Diberikan umur 1-4 minggu dosis 250 cc/lubang, sedang umur 5-12 minggu dengan perbandingan pupuk makro urea ; TSP : KCI : POWER NUTRITION = ( 500 : 250 : 250 : 100 ) gram dalam 50 liter air, dengan dosis 500cc/lubang.
  3. Penyemprotan POC NASA ke tanaman dengan dosis 5 tutup/ tangki pada umur 10,20, kemudian pada umur 30,40 dan 50 HST, POC NASA + HORMONIK dosis 1-2 tutup / tangki.
  4. Perempelan, sisakan 2-3 cabang utama/ produksi mulai umur 15-30 hari.

Untuk menunjang keberhasilan kegiatan menanam cabe rawit, PT. Natural Nusantara (NASA) memberikan solusi yang tepat agar memperoleh hasil panen yang maksimal dengan cara menghadirkan Produk Pupuk Organik, seperti POC Nasa, Hormonik, Supernasa dan Power Nutrition.
Untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman cabai rawit, NASA juga menyediakan beberapa jenis produk pestisida alami, untuk mengendalikan hama jamur, Anda bisa menggunakan Natural GLIO. Untuk pengendalian hama kutu-kutuan, Anda juga bisa menggunakan Pestona, Natural BVR atau Pentana.
Penggunakan produk NASA terbukti efektif membantu meningkatkan produktivitas hasil panen tanaman cabe rawit. Dengan pemupukan dan pengendalian hama seperti tahapan di atas diharapkan tanaman cabe rawit dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang luar biasa tampa mengenal musim tetap berbuah terus sehingga disaat harga cabai tinggi kita bisa untung banyak dan disaat harga cabai rendah kita juga tidak rugi.



Untuk pemesanan produknya, silahkan hubungi kami Admin Distributor Pupuk Organik Natural Nusantara Kantor Pusat Yogyakarta.
Melayani Pemesanan Via Online dan C.O.D untuk area kota Semarang.

KINERJA KAMI PROFESIONAL
Motto: Anda Transfer Hari Ini, Hari ini Juga Pesanan Kami Kirim.
Cara pemesanan: 
  1. SMS/Telp/WA  untuk konfirmasi Pemesanan 081222593115 / 081901092128
  2. Kemudian akan dihitung jumlah biaya yang harus ditransfer.
  3. Transfer biaya pembelian + bea kirim (bila diperlukan) sesuai dengan pemesanan melalui
    Rekening BRI No Rekening 1058-01-004097-53-8 a/n Abdullah Munir
    BRI Cab. Unit HAMKA NGALIYAN.  atau
     
  4. Rekening BNI : 0414653473  a/n Amalia Fitri Masrury
  5. Konfirmasi Nama dan Alamat pengiriman Via Hp 081901092128 (XL) 081222593115 (Simp)
 

Komentar