Sukses Budidaya Cabe Merah


Sukses Budidaya Cabe Merah

Sukses Budidaya Cabe Merah

Tanaman cabe merupakan tanaman perdu dengan rasa buah yang pedas, rasa pedas tersebut dikarenakan kandungan capsaicin pada tanamannya. Cabe merah merupakan cabe dengan karakter tanaman yang tegak, kuat dan subur, daun kecil, agak tinggi, cepat berbuah dan kuantitas produksinya tinggi. Tanaman cabe dapat berbuah terus-menerus sehingga masa panennya panjang dan bisa dipanen secara bertahap.
Tanaman cabe merah dapat ditanam pada dataran rendah hingga dataran tinggi yaitu antara 500-1200 mdpl, dengan pH tanah 5-6. Budidaya cabe merah sering dihadapkan dengan berbagai permasalahan diantaranya yaitu tanah yang kekurangan unsur hara, hingga serangan hama dan penyakit. Berikut adalah faktor-faktor yang perlu diperhatikan saat Budidaya Cabe Merah Secara Organik dengan tujuan untuk meningkatkan produksi panen cabe dari segi kualitas, kuantitas dan kelestarian lingkungan (K-3), sehingga para petani dapat berkompetisi di era perdagangan bebas.

Fase Pra Budidaya Cabe Merah

Pengolahan Lahan

  1. Siapkan pupuk kandang sebanyak 0,5 – 1 ton per 1.000 m2 dan tebarkan pada lahan sebelum penanaman
  2. Lahan kemudian diluku dan digaru, biarkan lahan selama 1 minggu
  3. Lalu lahan diberi dolomit 0,25 ton per 1.000 m2, untuk menambah tingkat keasaman tanah
  4. Kemudian dibuat bedengan dan parit dengan lebar 100 cm dan 80 cm, jarak antar bedengan 60 cm
  5. Siramkan SUPERNASA atau POC NASA pada lahan untuk menambah unsur hara pada tanah
  6. SUPERNASA 1 botol dilarutkan ke dalam 3 liter air untuk dijadikan sebagai larutan induk, kemudian setiap 50 liter air tambahkan 200 cc larutan induk
  7. Atau bisa dengan cara, setiap 10 liter air diberi 1 sdm SUPERNASA dan siramkan ke bedengan kurang lebih 5-10 meter
  8. Penggunaan POC NASA dengan cara : 10 liter diberi 2-4 tutup botol lalu siramkan ke bedengan sepanjang 5-10 meter
  9. Campurkan Natural GLIO dengan dosis 100-200 gram (1-2 bungkus) dengan 50-100 kg pupuk kandang, dan biarkan 1 minggu dan sebarkan ke bedengan
  10. Lalu bedengan ditutup menggunakan mulsa plastik yang dilubangi, jarak tanam 60 x 70 cm diterapkan dengan pola zig zag dan biarkan selama 1 minggu

Benih Cabe Merah

Dibutuhkan sebanyak 1-1,25 sachet benih cabe merah per 1.000 m² lahan. Benih cabe yang telah di dapat kemudian direndam dengan larutan POC NASA, dengan cara 0,5-1 tutup POC NASA ditambahkan ke 1 liter air hangat dan diperam semalam. Benih yang mengapung saat direndam sebaiknya dibuang, jangan dipakai untuk menanam. Perendaman benih dengan POC NASA bertujuan untuk memilih benih yang bagus untuk ditanam dan untuk menutrsisi benih agar tidak terserang penyakit saat disemai.

Fase Persemaian Benih Cabe Merah (0-30 Hari)

Persiapan Persemaian

Arah persemaian membujur menghadap ke arah timur dengan atas dari plastik atau rumbia agar tidak terkena kucuran air hujan secara langsung. Media untuk persemaian berasal dari campuran tanah dan kompos yang telah disaring, dengan perbandingan 3 : 1. Pupuk kandang sebelum dipakai dicampur dengan Natural GLIO terlebih dahulu, dengan dosis 100 gram per 25-50 kg pupuk kandang dan diamkan selama 1 minggu. Setelah media tumbuh telah siap, kemudian media dimasukkan ke dalam polybag bibit ukuran 4 x 6.

Penyemaian

Masukkan satu per satu biji cabe merah ke dalam polibag, kemudian tutup dengan lapisan tanah tipis dan kompos yang telah diayak. Lalu semprot dengan POC NASA. Cara membuat larutan POC NASA : 1-2 tutup POC NASA dicampur 10 liter air (1 tangki semprot). Penyemprotan dilakukan saat umur bibit 10 dan 17 HSS (hari setelah semai). Dilakukan penyiraman satu kali sehari pada pagi atau sore hari agar media semai selalu lembab.

Hama Dan Penyakit Saat Persemaian

  1. Penyakit
  • Embun bulu, gejalanya adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yang disebabkan oleh cendawan. Cara mengatasinya yaitu siram Natural GLIO 1 sdm per 10 liter air.
  • Kelompok Virus, gejalanya yaitu pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun pucat. Cara mengatasinya yaitu bibit yang terserang harus dicabut dan dibakar, kemudian disemprot dengan Natural BVR atau PESTONA.
  1. Hama
  • Kutu daun persik, biasanya kutu daun persik bersembunyi di bawah daun. Pijit dengan jari koloni kutu yang ditemukan, semprot dengan Natural BVR atau Pestona.
  • Hama tungau, gejalanya adalah daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah dan cabang. Cara mengatasinya yaitu semprot dengan Natural BVR atau PESTONA untuk mengurangi penyebaran.

Fase Tanam Budidaya Cabe Merah

  1. Pemindahan bibit cabe merah dari tempat persemaian ke lahan dilakukan setelah umur bibit sekitar 3 minggu
  2. Bibit yang siap tanam adalah bibit yang telah memiliki 3-4 helai daun permanen (saat umur 21-30 hari)
  3. Pilih bibit yang seragam, sehat, kuat dan tumbuh mulus
  4. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari saat matahari tidak sedang terik, untuk menghindari stress. Usahakan penanaman dilakukan serentak dalam satu hari
  5. Cara menanamnya yaitu dengan membuka atau menyobek polybag semai. Kemudian masukkan bibit cabe merah beserta media tanamnya kedalam lubang tanam. Jaga agar media semai jangan sampai terpecah
  6. Setelah selesai tanam, sebaiknya langsung disiram atau disemprot dengan POC NASA sebanyak 3-4 tutup per tangki
  7. Pengamatan hama dan penyakit saat budidaya
  • Ulat tanah (Agrotis Ipsilon)
Ulat akan aktif pada saat malam hari, ulat akan makan tanaman muda dengan jalan memotong batang atau tangkai daun. Setiap ulat yang ditemukan lalu dibunuh, jika terjadi serangan berat lalu semprot dengan PESTONA atau VIREXI
  • Ulat Grayak (Spodoptera litura dan S. Exigua)
Larva memakan permukaan bawah daun dan daging buah dengan kerusakan berupa lubang-lubang besar dan bintil-bintil. Cara mengatasinya semprot dengan VIREXI, VITURA atau PESTONA

Fase Pengelolaan Tanaman Cabe Merah (7-70 HST Hari Setelah Tanam)

  1. Penyiraman dilakukan dengan pengocoran tiap tanaman atau penggenangan jika dirasa kering
  2. Pemupukan dengan pengocoran dilakukan setiap seminggu sekali tiap lubang
  • Pemupukan Makro susulan (Urea,ZA dan KCL)
Usia tanaman 1-4 minggu
Dosis yang digunakan :
Urea =  10 sendok makan
ZA   = 10 sendok makan
Kcl  = 10 sendok makan
Power Nutrition = 5-10 sendok makan
Cara aplikasi :
Campur semua pupuk tersebut ke dalam 50 liter air, dan siramkan sebanyak 1 gelas (200cc) per lubang tanaman
Diberikan setiap 1 minggu sekali
Usia 5 minggu dan seterusnya
Dosis yang digunakan :
Urea =  10 sendok makan
ZA   = 20 sendok makan
Kcl  = 20 sendok makan
Power Nutrition = 10-20 sendok makan
Cara aplikasi :
Campur semua pupuk diatas tadi kedalam 50 liter air, siramkan 2-3 gelas per lubang tanaman (400cc-600cc)
Diberikan setiap 1 minggu sekali
  • Pemupukan POC NASA, HORMONIK (GREENSTAR) dan Aero-810
Usia 2 Minggu dan seterusnya (interval 1-3 minggu)
Dosis yang digunakan :
Semprot POC NASA 3-5 tutup per tangki + HORMONIK 1 tutup per tangki + Aero-810 0,5 tutup per tangki
Cara aplikasi :
Penyemprotan dilakukan dari atas dan bawah permukaan daun. Dengan volume tangki 10-17 liter, dibutuhkan 20-30 tangki per 1 hektar lahan
  1. Perempelan, sisakan 2-3 cabang utama setiap produksi mulai umur 15-30 hari
  2. Pengamatan hama dan penyakit :
  • Penyakit layu, disebabkan oleh beberapa jamur antara lain fusarium, phytium dan rhizoctonia. Tanaman layu menyerang secara tiba-tiba, mengering dan gugur daun. Tanaman layu dapat dimusnahkan dengan menyebarkan Natural GLIO.
  • Penyakit busuk buah antraknosa. Gejala yang terlihat yaitu terdapat garis-garis melingkar penuh titik spora berwarna hitam. Serangan hebat dapat menyebabkan seluruh bagian buah mengering. Buah yang terserang kemudian dikumpulkan dan dipisahkan saat panen. Cara mengatasinya yaitu dapat ditaburkan Natural GLIO di bawah tanaman.

Fase Panen dan Pasca Panen

  1. Pemanenan

  • Panen pertama dilakukan sekitar umur 60-75 hari
  • Panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih. Hal itu tergantung dengan ketinggian tempat dan cara budidayanya
  • Setelah pemetikan ke-3 sebaiknya disemprot dengan POC NASA + HORMONIK dan dipupuk dengan dosis 500 cc per pohon
  1. Cara Panen

  • Buah yang dipanen jangan yang sudah terlalu tua, tingkat kemasakannya 80-90%
  • Pemanenan yang baik yaitu pada pagi hari setelah embun kering
  • Penyortiran cabe dilakukan sejak di lahan
  • Simpan hasil panen di tempat yang teduh



Untuk pemesanan produknya, silahkan hubungi kami Admin Distributor Pupuk Organik Natural Nusantara Kantor Pusat Yogyakarta.
Melayani Pemesanan Via Online dan C.O.D untuk area kota Semarang.

KINERJA KAMI PROFESIONAL
Motto: Anda Transfer Hari Ini, Hari ini Juga Pesanan Kami Kirim.
Cara pemesanan: 
  1. SMS/Telp/WA  untuk konfirmasi Pemesanan 081222593115 / 081901092128
  2. Kemudian akan dihitung jumlah biaya yang harus ditransfer.
  3. Transfer biaya pembelian + bea kirim (bila diperlukan) sesuai dengan pemesanan melalui
    Rekening BRI No Rekening 1058-01-004097-53-8 a/n Abdullah Munir
    BRI Cab. Unit HAMKA NGALIYAN.  atau
     
  4. Rekening BNI : 0414653473  a/n Amalia Fitri Masrury
  5. Konfirmasi Nama dan Alamat pengiriman Via Hp 081901092128 (XL) 081222593115 (Simp)
 

Komentar