Teknik Budidaya Cabe Rawit

Budidaya cabe rawit merupakan langkah yang dilakukan untuk mengembangkan atau menanam cabe rawit. Cabe rawit merupakan salah satu jenis cabe yang sering digunakan sebagai bumbu masakan. Nama ilmiah cabe rawit yaitu Capsicum frustescens yang merupakan masih satu keluarga dari Solanaceae. Karena harga yang cukup tinggi di pasaran terutama pada hari-hari tertentu, membuat banyak para petani yang melakukan Budidaya Cabe Rawit.
Proses penanaman cabe rawit ini sebenarnya sama dengan menanam cabe pada jenis-jenis lain. Dimulai dari tahap pemilihan benih cabe rawit, persiapan lahan, hingga penanaman dan perawatan yang harus selalu dilakukan secara intensif, karena tanaman cabe rawit sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Masalah pada tanaman cabe rawit yang sering dikeluhkan oleh para petani yaitu daun cabe mengalami keriting, tanaman layu, sehingga produksi cabe menjadi kurang maksimal.

Cara Budidaya Cabe Rawit

Untuk melakukan budidaya cabe rawit, jangan pilih bibit cabe rawit secara sembarangan, misalnya jangan menggunakan biji cabe rawit yang ada di dapur. Karena pemilihan benih cabe yang baik sangat penting agar hasil panen juga memuaskan. Terdapat banyak pilihan benih cabe rawit hibrida yang merupakan bibit ungul tahan penyakit, misalnya Benih Cabe Rawit Genir dari NASA.
Untuk budidaya cabe rawit, harus dipastikan benih cabe terhindar dari serangan jamur. Oleh karena itu, pemberian fungisida sangat penting supaya tanaman cabe dapat tumbuh optimal dan terhindar dari serangan hama dan penyakit.
  1. Buat Bedengan

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum budidaya cabe yaitu membuat bedengan. Berikut ini langkah-langkah pembuatan bedengan pada lahan budidaya cabe :
  • Buat bedengan dengan lebar 100 cm dan parit dengan lebar 80 cm
  • Jarak antar bedengan kira-kira 60 cm dengan arah bedengan memanjang dari utara ke selatan
  • Tinggi bedengan sekitar 20-30 cm
  1. Pemberian Pupuk

Tebarkan pupuk kandang dengan dosis 0,5 – 1 ton per 1000 m2 lahan. Lahan lalu diluku kemudian digaru dan biarkan kurang lebih selama 1 minggu. Kemudian tanah diberi kapur dolomit dengan dosis 0,25 ton per 1000 m2. Siramkan 2 botol.SUPERNASA yang dilarutkan ke dalam 3 liter air (sebagai larutan induk). Setiap 200 cc larutan induk dicampur dengan 50 liter air. Campurkan Natural Glio sebanyak 100-200 gram dengan pupuk kandang sebanyak 50-100 kg dan biarkan selama 1 minggu, setelah itu baru dapat di sebarkan ke bedengan. Bedengan ditutup dengan mulsa plastik yang dilubangi dengan jarak tanam 60-70 cm pola zig zag lalu biarkan 1-2 minggu.
  1. Atur Jarak Tanam

Setelah pemberian pupuk dasar, langkah selanjutnya yaitu mengatur jarak tanam antar bibit pada bedengan. Jarak tanam yang ideal yaitu 60 x 70 cm. Karena jika terlalu rapat, akan membuat pertumbuhan tanaman cabe rawit menjadi lambat.
  1. Menanam Cabe Rawit

  • Arah persemaian menghadap ke arah timur dan diberi naungan plastik untuk melindungi dari terik matahari dan air hujan
  • Media tumbuh dibuat dari campuran tanah dan kompos yang telah disaring dengan perbandingan 3:1, gunakan polybag bibit ukuran 4 x 6. Sebelum digunakan, pupuk kandang 25-50 kg dicampur dengan Natural GLIO 100 gr dan didiamkan selama 1 minggu.
  • Gunakan benih yang tenggelam, jangan yang terapung
  • Masukkan satu per satu benih cabe ke dalam polybag, lalu tutup dengan lapisan tanah tipis dan kompos yang telah diayak
  • Semprot dengan POC NASA dengan dosis 1-2 tutup per tangki saat umur 10 dan 17 HSS (Hari Setelah Tanam)
  • Lakukan penyiraman satu kali sehari
  • Pilih bibit yang pertumbuhannya seragam, kuat, tumbuh mulus dan tidak terkena penyakit
  • Bibit yang pertumbuhannya normal akan memiliki 5-6 helai daun pada umur 21-30 hari
  • Sebaiknya waktu tanam dilakukan saat pagi atau sore hari, bila sedang panas terik lebih baik ditunda
  • Lepas plastik polibag dengan hati-hati, jangan sampai merusak perakaran
  • Kemudian masukkan bibit cabe beserta media tanamnya ke dalam lubang tanam. Usahakan agar media semai jangan sampai terpecah
  • Setelah selesai tanam, sebaiknya langsung disiram atau disemprot dengan POC NASA sebanyak 3-4 tutup per tangki
  1. Perawatan Tanaman Cabe

Penyiraman dilakukan dengan pengocoran tiap tanaman atau penggenangan jika dirasa kering
Pemupukan dengan pengocoran dilakukan setiap seminggu sekali tiap lubang
  • Pemupukan Makro susulan (Urea,ZA dan KCL)
Usia tanaman 1-4 minggu
Dosis yang digunakan :
Urea =  10 sendok makan
ZA   = 10 sendok makan
Kcl  = 10 sendok makan
Power Nutrition = 5-10 sendok makan
Cara aplikasi :
Campur semua pupuk tersebut ke dalam 50 liter air, dan siramkan sebanyak 1 gelas (200cc) per lubang tanaman
Diberikan setiap 1 minggu sekali
Usia 5 minggu dan seterusnya
Dosis yang digunakan :
Urea =  10 sendok makan
ZA   = 20 sendok makan
Kcl  = 20 sendok makan
Power Nutrition = 10-20 sendok makan
Cara aplikasi :
Campur semua pupuk diatas tadi kedalam 50 liter air, siramkan 2-3 gelas per lubang tanaman (400cc-600cc)
Diberikan setiap 1 minggu sekali
  • Pemupukan POC NASA, HORMONIK (GREENSTAR) dan Aero-810
Usia 2 Minggu dan seterusnya (interval 1-3 minggu)
Dosis yang digunakan :
Semprot POC NASA 3-5 tutup per tangki + HORMONIK 1 tutup per tangki + Aero-810 0,5 tutup per tangki
Cara aplikasi :
Penyemprotan dilakukan dari atas dan bawah permukaan daun. Dengan volume tangki 10-17 liter, dibutuhkan 20-30 tangki per 1 hektar lahan
Perempelan, sisakan 2-3 cabang utama setiap produksi mulai umur 15-30 hari

Pengamatan Hama dan Penyakit Cabe Rawit

  • Penyakit layu, disebabkan oleh beberapa jamur antara lain fusarium, phytium dan rhizoctonia. Tanaman layu menyerang secara tiba-tiba, mengering dan gugur daun. Tanaman layu dapat dimusnahkan dengan menyebarkan Natural GLIO.
  • Penyakit busuk buah antraknosa. Gejala yang terlihat yaitu terdapat garis-garis melingkar penuh titik spora berwarna hitam. Serangan hebat dapat menyebabkan seluruh bagian buah mengering. Buah yang terserang kemudian dikumpulkan dan dipisahkan saat panen. Cara mengatasinya yaitu dapat ditaburkan Natural GLIO di bawah tanaman.

Fase Panen dan Pasca Panen Cabe Rawit

  1. Pemanenan Cabe Rawit

  • Panen pertama dilakukan sekitar umur 60-75 hari
  • Panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih. Hal itu tergantung dengan ketinggian tempat dan cara budidayanya
  • Setelah pemetikan ke-3 sebaiknya disemprot dengan POC NASA + HORMONIK dan dipupuk dengan dosis 500 cc per pohon
  1. Cara Penen Cabe Rawit

  • Buah yang dipanen jangan yang sudah terlalu tua, tingkat kemasakannya 80-90%
  • Pemanenan yang baik yaitu pada pagi hari setelah embun kering
  • Penyortiran cabe dilakukan sejak di lahan



Untuk pemesanan produknya, silahkan hubungi kami Admin Distributor Pupuk Organik Natural Nusantara Kantor Pusat Yogyakarta.
Melayani Pemesanan Via Online dan C.O.D untuk area kota Semarang.

KINERJA KAMI PROFESIONAL
Motto: Anda Transfer Hari Ini, Hari ini Juga Pesanan Kami Kirim.
Cara pemesanan: 
  1. SMS/Telp/WA  untuk konfirmasi Pemesanan 081222593115 / 081901092128
  2. Kemudian akan dihitung jumlah biaya yang harus ditransfer.
  3. Transfer biaya pembelian + bea kirim (bila diperlukan) sesuai dengan pemesanan melalui
    Rekening BRI No Rekening 1058-01-004097-53-8 a/n Abdullah Munir
    BRI Cab. Unit HAMKA NGALIYAN.  atau
     
  4. Rekening BNI : 0414653473  a/n Amalia Fitri Masrury
  5. Konfirmasi Nama dan Alamat pengiriman Via Hp 081901092128 (XL) 081222593115 (Simp)
 

Komentar